Hehe udah lama banget ga berkunjung ke blog rashoova yang ke-2 ini.
Kali ini aku mau curhat tentang kebaikan Bapa.
Aku baru selesai sidang 12 Januari 2012 kemarin, berhasil menempuh kuliah 3 semester saja dari batasan normal 4 semester. Hasil karya akhir pun sering dipuji-puji oleh dosen pembimbing. Aku punya pekerjaan dengan gaji yang cukup baik, dimana dengan gaji itu aku bisa tinggal di tempat kost-an yang cukup mewah, makanan yang enak-enak, baju yang bagus-bagus, sepatu, tas .. salon yang bagus … menonton di mall mewah, oh ya gadget yang bagus
Aku punya kedua orang tua yang selalu berdoa untukku, lima orang saudara yang mengasihiku meski kita agak jarang berkomunikasi karena sudah punya keluarga sendiri-sendiri. Aku punya teman-teman, sahabat-sahabat yang lucu-lucu. Masih belum lengkap kah ? .. Aku punya pacar yang dipertemukan Tuhan di saat-saat yang aku tidak kira-kira. Kebaikannya ga cukup aku tuliskan dalam satu blog ini.
Tetapi atas semua berkat itu apakah yang aku lakukan? Setelah sidang revisi aku menggerutu, betapa capeknya revisi KA … sampai kapan penyiksaan kuliah ini berakhir (padahal cuma tinggal beberapa minggu lagi akan mendapatkan transkrip nilai dan ijajah). Dilanjutkan dengan keluhan terhadap pekerjaan, iri pada mereka yang punya pekerjaan lebih baik dari aku … lupa masih ada orang-orang yang menangis karena menanti-nanti pekerjaan yang tidak kunjung datang, lupa pada mereka yang ada di kolong jembatan yang susah untuk makan sehingga harus mengais-ngasi tempat sampah, apa mereka tau apa itu restoran sushi tei? apa mereka pernah manicure pedicure? …
Setelah itu aku mengeluh keadaan yang susah bertemu dengan orangtua karena jarak yang jauh, sering sedih sendirian di kamar. Merasa memiliki teman-teman yang tidak lebih baik, teman-teman kurang mengerti keadaan diri. Paling parah, mengeluh pacar kurang pengertian, kurang care …
Pertanyaannya apakah diriku sudah bersyukur untuk hari ini?
Belum … hingga satu jam yang lalu.
Bagaimana dengan kemarin?
Tidak …
Kemarinnya?
Tidak juga ..
Kemarinnya lagi ..
Tidak dan tidak ..
Apakah Tuhan berhenti memberi berkatNya setelah tahu aku tidak bersyukur?
Tidak …
jadi Tuhan itu Baik sekali …. sementara aku … sangat tidak baik sekali …
Lupa bahwa semua kebaikan dalam hidupku bukanlah karena kekuatanku .. itu semua berkat dan berkat … dan kemudahan demi kemudahan yang Tuhan selalu berikan padaku. Sementara Tuhan tak pernah meminta balasan dari semua itu, dan memang aku bisa balas semua kebaikan itu gitu ? Tidak …
Minimal aku bersyukurlah dengan mengurangi keluhan-keluhanku, dan menyangi orang-orang di sekitarku.
Tuhan aku minta ampun ya …. aku anakMu yang kurang baik, sementara Kau sangat baik. Maka Tuhan mampukan aku untuk bersyukur setiap detik dan mampukan aku untuk tidak mengeluh setiap hari, paling tidak itu yang bisa aku lakukan untuk membalasa setiap kebaikanMu yang tak terkira itu.