Meminta yang benar kepada Allah

Pagi ini menerima pertanyaan dari teman.
Sejauh mana harus berdoa dan meminta, mengingat tawar menawar antara Abraham dan Allah tentang penyelamatan Sodom & Gomora dalam Kejadian 18:16-33.

Jika aku mengingat kembali kotbah hari Minggu 6 November 2011, Bapak Pdt Anthony Chang yang ada di kitab Matius 8:1-4, “Tentang Yesus menyembuhkan orang sakit kusta”.

Matius 8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan MAU, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Matius 8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “AKU MAU, jadilah engkau tahir.” SEKETIKA itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Apa yang menarik dari pembicaraan di atas?
Adalah bagaiman si orang kusta dengan kerendahan hati sebagai hamba meminta penyembuhan kepada Tuhan Yesus dengan perkataan, “Tuhan jika Kau MAU ?” sembuhkan aku.
Dan tanpa banyak ba bi bu, Tuhan berkata iya Aku mau, seketika itu juga dia sembuh.

Tetapi kalimat “Jika Tuhan mau” disini bukanlah jimat yang bisa membawa doa-doa kita dijawab oleh Tuhan Allah. Karena di taman getsemani Yesus berdoa dan meminta jika boleh supaya cawan itu lalu daripadaNya, tapi Allah menjawab tidak.
Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Jadi diingat sekali lagi, “jika Tuhan mau” bukanlah jimat supaya doa kita dijawab iya oleh Tuhan.

Seberapa sering kita berdoa terus menerus, hingga ada istilah PUSH (Pray Until Something Happened). Jika kita renungkan, betapa kita memaksakan kehendak kita di atas kehendak Tuhan Allah.
Betapa kita memperalat kuasa Tuhan yang besar untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup kita.
Betapa kita tidak mau tahu apa kehendak Tuhan dalam hidup kita, salib apa yang hendak Tuhan letakkan di atas punggung kita, kita mau jawaban “Ya”.

Sahabat, kita harus berhati-hati dengan doa kita. Iya aku percaya, sangat percaya betapa Tuhan Yesus adalah Allah yang baik dan penuh kasih setia. Betapa dia sayang pada kita, maka kita meminta apapun maka akan diberi.
Tetapi sebagai hambaNya, pernahkah kita memikirkan hatiNya, rencanaNya.
Betapa kita tidak percaya dengan rancanganNya, hingga kita PUSH bahkan berpuasa untuk memenuhkan kehendak kita di atas rencanaNya, kita tidak percaya dibalik PUSH dan puasa-puasa kita.

Bila ada yang tersinggung dengan blog saya ini saya mohon maaf, tapi sahabat terkasih saat kita meminta kepadaNya, pandanglah Dia sebagai sahabat, Allah yang maha besar, yang sedih ketika kurang percaya padaNya.

Ingatkah pada Hizkia yang divonis mati oleh hamba Tuhan , lalu ia menangis dan berdoa dan pastilah dia meratap hingga Tuhan menjawab doanya dan menarik kematian itu daripadanya.
(2 Raja 20:5) Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.

Hizkia diberi hidup 15 tahun lagi, tetapi akibatnya dia menurunkan raja-raja yang jahat di mata Tuhan mengakibatkan bangsa Israel dibuang ke Babel.
(17) Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
(18) Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”

Lalu menjawab permintaan Abraham tentang tawar menawar untuk pemusnahan Sodom.
Kejadian 18 :32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”
Kejadian 19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit.
Akhirnya Tuhan tetap memusnahkan Sodom juga, lalu apakah arti tawar menawar yang dilakukan Abraham? Apakah Abraham lebih tahu daripada Allah ?

Mengapa kita tidak mau menundukkan kehendak kita diatas rencana Tuhan ?
Seringkali kita berdoa dan sudha ingin tahu jawabannya ya atau tidak, supaya kita tidak capek lagi berdoa.
Saudaraku aku tidak sedang memvonis siapapun disini, tetapi aku bahkan pernah di posisi seperti ini.

Sekarang aku belajar, hingga menangis dan menangis. Menundukkan kehendakku dan percaya bahwa Tuhan tau yang terbaik buatku.
Apapun yang terjadi, biarlah kehendak Tuhan yang terjadi.
Dan aku berpuasa, berdoa dengan sukacita bukan untuk meminta supaya doaku dijawab “iya”.
Tetapi supaya aku bisa mengalahkan keinginanku, menggantikannya dengan penerimaan sukacita dan damai sejahtera akan janji dan kehendak Allah di dalam hidupku.

Aku masih belajar, belajar mengerti kehendak Allah. Aku bukan yang terbaik, aku jatuh bangun mempelajari kehendak Dia, maka disini aku sharing ini supaya aku punya teman yang sama-sama belajar mewujudkan kemualiaanNya yang besar dan penuh rahasia, tapi pasti yang terbaik dalam hidup.

Amin, Tuhan memberkati kita semuanya ya.

Advertisement

About rashoova

I am just an ordinary woman, currently I am working hard to fulfill my biggest dream to have a better job, to teach in part time mode and to write a book. Haven't fulfill any of them yet, sigh ... but I keep praying to God that I am pretty sure that one day I will achieve all of these dreams.
This entry was posted in Buah Opiniku, Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s